Minggu, 09 September 2012

BENTENG FORT DE KOCK - Bukittinggi Sumatera Barat



Fort de Kock adalah benteng peninggalan Belanda yang berdiri di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia.
Benteng ini didirikan oleh Kapten Bouer pada tahun 1825 pada masa Baron Hendrik Merkus de Kock sewaktu menjadi komandan Der Troepen dan Wakil Gubernur Jenderal Hindia Belanda, karena itulah benteng ini terkenal dengan nama Benteng Fort De Kock. Benteng yang terletak di atas Bukit Jirek ini digunakan oleh Tentara Belanda sebagai kubu pertahanan dari gempuran rakyat Minangkabau terutama sejak meletusnya Perang Paderi pada tahun 1821-1837. Disekitar benteng masih terdapat meriam-meriam kuno periode abad ke 19. Pada tahun-tahun selanjutnya, di sekitar benteng ini tumbuh sebuah kota yang juga bernama Fort de Kock, kini Bukittinggi.

Fort de Kock juga diba­ngun sebagai lambang bahwa Kolonial Belanda telah berhasil menduduki daerah di Sumatera Barat. Benteng tersebut meru­pakan tanda penjajahan dan perluasan kekuasaan Belanda terhadap Bukittinggi, Agam, dan Pasaman. Belanda memang cerdik untuk menduduki Su­ma­tera Barat, mereka meman­faatkan konflik intern saat itu, yaitu konflik yang terjadi antara kelompok adat dan kelompok agama. Bahkan Belanda sendiri ikut membantu kelompok adat, guna menekan kelompok aga­ma selama Perang Paderi yang berlangsung 1821 hingga tahun 1837.
Belanda yang membantu kaum adat melahirkan sebuah kesepakatan bahwa Belanda diperbolehkan membangun basis pertahan militer yang dibangun Kaptain Bauer di puncak Bukit Jirek Hill, yang kemudian diberi nama Fort de Kock.

Setelah membangun di Bukit Jirek, Pemerintah Kolo­nial Belanda pun melanjutkan rencananyamengambil alih beberapa bukit lagi seperti Bukit Sarang Gagak, Bukit Tambun Tulang, Bukit Cubadak Bungkuak, dan Bukit Malam­bung. Di daerah tersebut juga dibangun gedung perkantoran, rumah dinas pemerintah, kom­pleks pemakaman, pasar, sarana transportasi, sekolah juga tempat rekreasi. Pembangunan yang dilakukan oleh pemerintahan Kolonial Belanda tersebut dalam istilah Minangkabau dikenal dengan “tajua nagari ka Bulando” yang berarti Terjual negeri pada Belanda. Di masa itu memang, Kolonial Belanda menguasai 75 persen wilayah dari lima desa yang dijadikan pusat perdagangan.

Sejak direnovasi pada tahun 2002 lalu oleh pemerintah daerah, Fort de Kock, kawasan benteng Fort de Kock kini berubah menjadi Taman Kota Bukittinggi (Bukittinggi City Park) dan Taman Burung Tropis (Tropical Bird Park). Hingga saat ini, Benteng Fort de Kock masih ada sebagai bangunan bercat putih-hijau setinggi 20 m. Benteng Fort de Kock dilengkapi dengan meriam kecil di keempat sudutnya. Kawasan sekitar benteng sudah dipugar oleh pemerintah daerah menjadi sebuah taman dengan banyak pepohonan rindang dan mainan anak-anak.

(salah satu jenis hewan yang dilindungi yg terdapat di Taman Burung Tropis di Benteng Fort De Kock )

Lokasi Objek wisata ini sangat mudah dijangkau baik dengan mengunakan kendaraan komersial ataupun pribadi dari kota padang berjarak kurang lebih 98 km yang dapat ditempuh dengan mengunakan kendaraan bermotor roda 4 (mobil) dengan waktu tempuh +/- 2 Jam, namun dalam beberapa hari dalam seminggu sering terjadi kemacetan cukup melelahkan dikarenakannya ada Hari Pasar (pasar tumpah) yang keluar masuk kendaraan  mengangkut barang-barang yang dijual seperti sayur-mayur sering memakan sebagian jalan, sehingga terjadi buka tutup jalur, terlebih lagi banyaknya supir angkutan umum maupun pribadi yang tidak disiplin dengan berusaha menerobos/menyalip kendaraan yang didepannya sehingga memperparah keadaan ini. Namun kelelahan ini dapat terbalaskan apabila Anda telah sampai di tempat tujuan dengan lokasi yang penuh rindangnya pepohonan dan udaranya yang cukup sejuk, disertai terdapat juga kebun binatang di objek wisata ini sehingga apabila Anda berwisata bersama keluarga terutama anak-anak, dapat juga diperkenalkan beberapa jenis hewan dan unggas yang terdapat di kebun binatang tersebut, dan terdapat juga rumah Gadang di area tersebut. khusus untuk hari libur nasional dan libur hari besar biasanya terdapat hewan tunggangan seperti Kuda untuk anak-anak yang dapat ditunggani berkeliling di sekitar Benteng Ford De Kock. So Jangan Ketinggalan, berwisata lah ke Bukittinggi dan jangan lupa untuk mengunjungi Benteng Ford De Kock tersebut...SELAMAT BERWISATA...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar